Badan Wakaf Idonesia (BWI) Perkenalkan Wakaf Lebih Luas kepada Masyarakat

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Badan Wakaf Idonesia (BWI) terus melakukan usaha-usaha untuk mensosialiasikan Wakaf Produktif di kalangan masyarakat luas. Dalam usaha itu, BWI menyelenggarakan acara Media Gathering dan Bincang Wakaf Wakaf Produktif dengan kalangan wartawan-media cetak, elektronik, dan online-serta lembaga keuangan syariah, nazhir, dan stakeholder. Dengan tema acara ; " peranan dalam membangun masyarakat sadar wakaf( waaf society) menuju indonesia sejahtera dan bermartabat".

Mohammad Nuh selaku Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) mengatakan ; "Beberapa program BWI, khususnya terkait dengan wakaf yang produktif, serta wakaf linked sukuk yang bekerjasama dengan Bank Indonesia dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sudah mulai berkembang dengan baik", ujar mantan Mendikbud RI (2009 – 2014) itu di The Mercure Hotel,Jakarta Selatan, Selasa (14/5).

“Hanya saja paradigma masyarakat bahwa wakaf itu sama seperti infaq dan sedekah perlu diubah secara perlahan-lahan. Sebab, wakaf merupakan gabungan antara sosial dan entrepreneur. Kalau kesadaran ini menjadi komitmen bersama, maka bisa membangun peradaban bangsa,” tutur M.Nuh

Menurut M. Nuh, kalau infaq dan sedekah itu analoginya masyarakat diberi ayam lalu disembelih atau diapakan saja. Tapi kalau wakaf, sebaliknya dimana ayam itu tidak boleh langsung disembelih, melainkan harus diternak dan menjadi produktif dari telurnya sampai membantu perekonomian masyarakat.

M. Nuh mengakui jika BWI ini kurang sosialiasi dam belum menjadi kesadaran bersama masyarakat Indonesia. Padahal, manfaatnya bukan saja untuk umat Islam, tapi seluruh umat dan bangsa Indonesia. Mengapa? “Karena Islam ini diturunkan memang untuk semesta alam, atau rahmatan lilalamin,” tuturnya.

Karena itu, BWI mengapresiasi pada media massa, Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), serta Nazhir Wakaf yang telah membantu dan berkontribusi memajukan wakaf nasional.

"Kita berusaha terus meningkatkan jumlah wakif [pemberi wakaf] melalui literasi dan kesadaran. Jadi kawan-kawan media punya peran luar biasa untuk itu," kata M. Nuh.

Sementara itu, LKS-PWU yang dianggap berpartisipasi, mampu bekerjasama, dan mendukung BWI dalam memajukan perwakafan nasional, yakni BNI Syariah, CIMB Niaga Syariah, BJB Syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, Bank DKI Syariah.

Disisi lain, Susono Yusuf yang biasa akrab dipanggil Sony selaku humas BWI mengatakan; "selama ini masyarkat mengenal wakaf hanya terbatas harta tidak bergerak. Seperti tanah yang diwakafkan untuk dibangun masjid, mushaolla, pesantren, lembaga pendidikan, dan atau pemakaman", ujar Sony.

“Sekarang wakaf sudah sangat luas jangakaunya,Mulai dari uang, saham, deposito, asuransi, bahkan hak property righ, juga bisa diwakafkan. Inilah yang harus dikembangkan agar BWI mampu mensejahterakan dan memberdayakan masyarakat,” ungkap Sony.

Saya harap para hadirin akan bisa memberikan masukan dalam forum inj bagaimaana mensosialisasikan program wakaf ini. Kami yakin, teman-teman wartawan Iebih faham, bagaimana mensosialisasikan wakaf ini, tegas Sony. (Rk)

  • Whatsapp

Index Berita